Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts
Friday, 13 September 2013
Sunday, 7 April 2013
Cerpen "Kenapa Ayah Tak Mau Bicara"
Kenapa Ayah Tak Mau
Bicara
Oleh
: Wahyu Ari Wibowo
Pagi
yang cerah dan sejuk diwarnai indahnya birunya langit, menambah kebahagiaan yang
dirasakan Sheilla. Seorang gadis belia yang sekarang masih duduk di bangku kelas
dua SMP. Kebahagiaan ini dirasakan setelah gadis ini ditembak oleh cowok yang
ia idam-idamkan. Cowok itu bernama Raymon, ia sedang duduk di kelas tiga SMP
satu sekolahnya. Kebahagiaan ini sangat berarti untuk Sheilla, akan tetapi
kebahagiaanya tidak pernah lengkap karena sejak dua tahun lalu ibunya tiba-tiba
pergi meninggalkannya yang sampai sekarang masih membuat Sheilla penasaran dan
kini dia hanya tinggal dengan ayahnya.
Awal
mula Sheilla merasakan perasaan yang membuatnya bahagia, yaitu sejak pertemuannya dengan Raymon pada saat
mereka mengikuti kegiatan Pencinta Alam bersama.
“Wah ganteng banget cowok itu, dia
siapa sih Rin ?” tanya Sheilla kepada temanya Rina
“Mau
tau banget..atau mau tau aja?? Hehehe..bercanda. Oh
dia.., dia itu anak
kelas tiga dan sekaligus pembimbing kita,
namanya Raymon. Emangnya kenapa ?.
Hayoooo… Jangan-jangan kamu naksir ya???” jawab Rina
“Dasar
anak alay… Ah...enggak, cuma nanya aja kok...,” sahut Sheilla sambil
sesekali menatap cowok idamannya itu.
Raymon yang mulai tersadar bahwa
dari tadi ada yang mengawasinya,
mulai berdiri dan berjalan kearah Sheilla dan Rina. Sambil menampakkan
senyumnya yang menawan.
“Hey... Cewek-cewek cantik,
gue lihat-lihat
dari tadi kalian pada
ngelihatin gue terus, emangnya ada yang salah ya...?” tanya Raymon kepada
Sheilla dan Rina yang langsung
menundukkan kepalanya.
“Ow...e..enggak kok, enggak papa.
Maaf..., bikin kamu gak nyaman ya” jawab Sheilla yang mukanya mulai memerah.
“Maaf
buat apa? Santai aja kali. Enggak papa koq, stw. Eh... tunggu
dulu gue kayaknya belum pernah lihat lho
dech. Lho anggota baru ya?” sahut Raymon dengan gagah.
“Iya... saya anggota baru dari
Pecinta Alam ini, baru ikut kegiatan juga hari ini, maklum kemaren masih mudik ke tempat kakek.”
jawab Sheilla yang sudah mulai bisa mengontrol dirinya.
“Oh iya, boleh kenalan gak? Yahhhh… biar enak gitu ngomongnya.
Kenalin gue Raymon anak kelas
tiga dan sekaligus pembimbing kalian
anak-anak baru.” ucap Raymon sambil mengangkat tangan
kanannya.
“Kenalin
juga saya Sheilla, anak kelas dua.” jawab Sheilla sambil
berjabat tangan.
Tanpa perlu waktu lama mereka menjadi akrab dan saling mengenal dan Raymon pun
langsung berdiri dan mengajak Sheilla jalan-jalan sambil ngobrol. Sheilla pun
terlarut dalam suasana, hingga dia lupa bahwa ayahnya sudah menantinya sendiri
dirumah.
“Aduhhh..
Ray...
kayaknya sudah terlalu sore, aku pulang dulu ya, takutnya aku dicari sama
ayahku, karena aku tidak boleh pulang malam-malam.”
ucap Sheilla pada Raymon.
“Betul juga katamu, kita terlalu asik
bicara jadi sampai lupa waktu dehh... Mau gue anter Shell?”
tanya Raymon.
“Nggak usah Ray, aku berani sendiri
kok, udah biasa. Takutnya nanti
orang-orang disekitarku salah sangka
pas ngelihat kita jalan berdua.” jawab Sheilla yang
mulai cemas.
“Oh.. ya udah, hati-hati dijalan ya...” sahut Raymon
sambil tersenyum.
Sheilla yang mulai cemas, bergegas
untuk pulang. Sambil berlari agar cepat sampai rumahnya, sesekali Sheilla
tersenyum-senyum karena memikirkan pria idamannya itu. Tak lama kemudian sampailah
Sheilla di rumah, dimana
sesampainya dirumah Sheilla sudah
ditunggu oleh ayahnya di depan rumah.
“A..Ayah, sedang apa ayah di sini, hari sudah mulai gelap
ayo masuk kerumah...” ucap Sheilla kepada ayahnya yang ada didepannya.
Ayahnya tak berkata-kata sedikitpun
hanya menatap keatas langit dan terlihat sedih. Sambil melihat anaknya yang
baru pulang, ayah Sheilla mulai beranjak dari tempatnya dan mulai masuk
kerumah. Sheilla pun langsung mandi dan mempersiapkan makan malam untuk
ayahnya. Mereka pun akhirnya terlarut
dalam kebersamaan makan malam yang indah milik merekan. Akan tetapi lagi-lagi Sheilla mulai
terheran-heran kepada ayahnya yang selalu melamun sendiri. Disinilah mulai
muncul rasa penasaran Sheilla kepada ayahnya.
“Kenapa tidak dimakan makanannya? Tidak
enak ya maasakannya? Maaf
ya yah…, aku tidak bisa memasak yang enak seperti masakan ibu,
tapi aku sudah berusaha semampuku.”
ucap Sheilla kepada ayahnya yang masih diam.
Ayahnya tetap diam dan tidak
menjawab pertanyaan dari Sheilla.
“Ya sudahlah, aku masuk kekamar
dulu ya yah... Mau belajar dulu,
besok ada ulangan, Ayah jangan
lupa makan yang banyak ya…” pamit Sheilla kepada
ayahnya.
Ayah
Sheilla pun juga ikut beranjak kekamarnya
tanpa memakan makanan yang sudah dimasak anaknya
dan sambil tiduran serta tetap melamunkan sesuatu yang seakan ada suatu rahasia
yang menimbulkan tanda tanya besar.
Sang
surya pun menampakkan cahayanya, suara burung berkicau pun mulai terdengar dengan merdunya. Kesibukan
sudah mulai terdengar di rumah Sheilla,
dimana Sheilla sedang mempersiapkan sarapan untuk ayahnya dan bersiap untuk
berangkat ke sekolah. Setelah persiapan selesai Sheilla langsung berangkat
menuju sekolahnya. Di perjalanannya tak sengaja dia bertemu dengan Raymon,
pangeran impiannya itu.
“Shell...
“ panggil Raymon.
“(Hah Raymon ?)” pikir Sheilla
sambil menoleh.
“Oh kamu, kok tumben kamu lewat
sini... emangnya rumah kamu
dimana?” tanya Sheilla
sambil mendekati Raymon.
“Hehehe... ya pingin aja... rumah aku cuma seberang blok
sana kok. Eh kok kamu
berangkat sendirian, emangnya gak ada yang nganter” ucap Raymon.
“Emmm...setiap hari aku berangkat sendirian, lagi pula
aku juga tidak memiliki kendaraan. Jadinya
aku jalan kaki,
itung-itung buat olahragalah
kan bagus juga buat kesehatan. Apalagi setiap hari ditemani pancaran sang surya
yang menawan, segarnya udara pagi yang seakan menemaniku melangkah dan merdunya kicauan
burung yang semakin menambah semangat untuk beraktivitas, hehehe..” balas Sheilla dengan
wajahnya yang ceria.
“Wahhh
puitis banget kamu, mau jadi artis ya buk.. hehheh. Tapi setuju
banget gue, emm... low begitu lho bareng gue aja, gimana?” tanya Raymon sambil
tersenyum.
Sambil berpikir sejenak akhirnya
Sheilla mau menerima tawaran Raymon. Mereka pun berangkat bersama menggunakan
motor yang dikendarai Raymon. Sesampainya disekolah Sheilla langsung cepat-cepat
menuju kelasnya karena ulangan akan segera dimulai.
“Ray makasih banget ya sudah kasih aku tumpangan, tapi
aku duluan ya, karena jam pertama aku ada ulangan” ucap Sheilla yang sedang
terburu-buru.
“Oh ya... sama-sama” jawab Raymon
sambil menaruh helmnya.
Sheilla pun langsung berlari menuju
kelasnya. Beberapa jam kemudian terdengarlah bel istirahat, tapi Sheilla juga
tak kunjung keluar ruangan dan memilih duduk didalam kelas. Dia hanya duduk dan
masih memikirkan ayahnya yang setiap hari sering melamun.
“Heyy... hayooo nglamunin sapa nih? Coba
aku tebak, pasti lagi nglamunin Raymon ya...
cie…cie… yang lagi kasmaran ketemu pangerannya”
goda Rina pada Sheilla.
“Ah... apaan sih kamu, nggak kok. Bukan itu.” jawab Sheilla.
“Ahhh…
Jangan
bohong dech... pasti lagi nglamunin Raymon kan, jangan bohong. Kelihatan tuh dari
muka kamu” goda Rina lagi.
“Dibilangin enggak kok, bukan dia. Aku
cuma lagi mikirin ayahku saja kok” jawab Sheilla.
“Ohh... emangnya ayah kamu kenapa,
ada masalah ya?”
tanya Rina.
“Oh.. nggak papa kok, cuman keinget sesuatu aja gitu.”
jawab Sheilla yang mulai salah tingkah.
Tak lama kemudian tiba waktu pulang
sekolah, Sheilla pun mulai keluar dari ruangannya. Sesampainnya di pintu
gerbang sekolah Sheilla pun tak menyangka kalau dia sudah ditunggu oleh Raymon.
Raymon pun langsung menghampiri Sheilla dan mengajak Sheilla pergi kesuatu
tempat yang Sheilla tidak tahu.
“Heyy... ayo ikut...!” ajak Raymon.
“Kemana?” sahut Sheilla dengan
lantang.
“Ayo ikut Ana, nanti kamu juga tahu sendiri kok, ada kejutan yang spesial buat kamu.”
ucap Raymon sambil menaiki motornya.
“Tapi….!!!
Ucap Sheilla.
“Udah,
gak usah pake tapi-tapian. Ayo ikut aku aja, cuman sebentar kok..” jawab
Raymon.
“Ya udah dech... aku ikut aja, tapi
jangan terlalu sore pulangnya ya”
jawab Sheilla yang mulai gembira.
“Siap bosss...???” sahut Raymon dengan keras.
Mereka pun langsung menuju sebuah
bukit yang dipenuhi dengan ilalang. Mereka berjalan menuju sebuah batu besar yang
berada ditengah-tengah padang ilalang tersebut, dan mereka pun duduk berdua
sambil melihat pemandangan padang ilalang disekitarnya.
“Wahhhh indah banget... Pemandangannya indah
banget... Baru
kali ini aku ngeliahat
pemandangan seindah ini” ucap Sheillla yang terkagum-kagum.
“Emangnya kamu nggak pernah
jalan-jalan atau pergi kemana gitu?” tanya Raymon yang juga ikut bahagia.
“Oh... sejak aku ditinggalkan oleh
ibuku, aku hanya dirumah saja dan melakukan kegiatan rumah. Selesai sekolah pun
aku langsung pulang kerumah dan jarang main. Apalagi harus ngejagain ayahku”
jawab Sheilla yang mulai sedih.
“Upps... Sorry ya gue buat lho
sedih” ucap Raymon yang mulai simpati melihat Sheilla.
“Nggak papa... santai aja, udah biasa koq” jawab Sheilla.
“Shell, sebenarnya gue ngajak lho kesini gue mau
bicara sesuatu yang penting sama lho, tapi lho jangan marah ya...” ucap Raymon
yang mulai mendekati Sheilla.
“Bilang saja, aku gak bakalan marah
koq. Gini-gini aku bisa
jaga rahasia lhoh. Eh ngomong-ngomong
mau ngomong apa, kayaknya serius banget” jawab Sheilla.
“Gini, sejak pertama gue ngelihat
lho, entah ada suatu hal yang enggak gue ngerti. Gue juga nggak tau apa itu,
tapi gue mau jujur Shell mungkin rasa
itu dating dari kamu. Setiap gue jalan dan deket ama lho, hati gue rasanya
berdebar-debar terus nggak hanya itu pasti kepikiran kamu terus saat aku mau
tidur. Mungkin ini rasa cintaku padamu Shell dan gue hanya mau bilang,
kalau sebenarnya gue suka ama lho Shell,
gue sangat cinta ama lho Shell. Mau gak kamu jadi cewek aku?”
ucap Raymon dengan serius.
Sheilla diam sejenak karena terkejut
apa yang dikatakan oleh Raymon dan kemudian memandang Raymon dengan penuh
perasaan karena Sheilla merasakan suatu hal yang belum pernah dia rasakan
selama ini.
“E..e…
Sebenarnya
a..aku juga suka sama kamu Ray, pertama
kali aku lihat kamu aku udah suka sama kamu dan saat
melihat kamu hatiku terasa berdebar-debar. Pada saat itulah aku yakin bahwa aku
juga telah jatuh cinta
dengan kamu” jawab Sheilla dengan perasaan yang mulai tidak karuan.
“Beneran
Shelll???? Kamu juga suka sama aku…” sahut Raymon dengan keras.
“Emmm…
iya Ray, aku suka sama kamu dan a… aku mau jadi pacar kamu Rey” jawab Sheilla
sambil malu-malu.
“Yesssss….
Akhirnya bidadariku datanag kepadaku. Terima kasih Tuhan, kau berikan dia
untukkuuuu…. Terima kasih Shell kamu mau ngebuka hati kamu buat aku, gue saying
kamu” teriak Raymon dengan keras.
“Iya…iya
Rey… sama-sama” jawab Sheilla.
“Gue
janji Shell gue akan jagain kamu dan akan selalu saying ama kamu, tidak hanya
itu g ue pasti ngelindungin kamu dari apapun juga” ucap Raymon dengan gagah.
Akhirnya
mereka pun saling berpelukan diatas batu besar itu. Mereka
pun resmi menjadi pasangan kekasih dan kemudian mulai bermesraan di atas batu
itu juga. Sheilla yang merasakan hal itu hanya bisa beryukur, karena akhirnya
dia punya kekasih yang tulus mencintainya.
Tak lama kemudian waktu sudah
menunjukkan pukul lima sore, Sheilla harus bergegas untuk pulang kerumahnya.
“Ray sorry ya kita lanjutkan besok
saja jalan-jalannya, mumpung besok hari minggu. Sekarang aku harus cepat-cepat
pulang” ucap Sheilla kepada Raymon.
“OK, gue yang nganter lho pulang ya,
takutnya lho kemalaman sampai rumah” jawab Raymon.
“Ya sudah...ayo...” sahut Sheilla.
Sesampainnya dirumah, pemandangan
seperti biasa. Ayah Sheilla melamun lagi di samping pintu sambil menatap
kelangit. Sheilla pun mengajaknya masuk kerumah.
“Ayah ayo masuk, sudah hampir malam
ayo kita makan malam bersama” ucap Sheilla sambil menggadeng tangan ayahnya
masuk kerumah.
Setelah Sheilla selesai mandi dan bersih-bersih,
Sheilla dan ayahnya mulai makan malam. Tapi pemandangan tampak berbeda,
lagi-lagi ayahnya tidak mau makan lagi. Beberapa hari ini ayahnya tidak mau
makan dan lebih sering melamun. Sheilla pun sudah tidak bisa menahan
kesabarannya, muncullah amarah Sheilla yang sudah tidak bisa dibendung lagi
karena sudah tidak bisa menghadapi ayahnya yang terus berdiam diri.
“Cukup... sebenarnya ayah ini
kenapa? Setiap hari hanya melamun saja, setiap hari aku bangun pagi dan
menyiapkan makanan untuk ayah, aku relakan belajarku sampai larut malam. Itu semua
karena aku sayang sama ayah, tapi apa...apa balasannya. Ayah tidak mau makan,
tidak mau bicara sedikitpun, aku sudah cukup sabar ayah. Tapi kenapa ayah tetap
saja tidak berubah, sebenarnya apa yang ayah sembunyikan dariku sehingga ayah
sering melamun sendiri, apa tentang kepergian ibu yang tak aku mengeti?” ucap
Sheilla yang mulai marah dan meneteskan air matanya.
Mendengar kata-kata dari Sheilla,
hati ayah Sheilla kini mulai tersentuh. Pada saat itu pula ayahnya mulai
bicara.
“Maafkan aku nak, aku memang hanya
bisa menyusahkanmu. Aku memang tidak berguna, tapi itu semua karena aku sayang
kepadamu” ucap ayahnya sambil memandang anaknya dengan penuh kasih sayang.
“Apa...ayah bilang sayang, sayang
dari mana. Orang tua mana yang mewujudkan rasa sayangnya dengan melamun dan
tidak pernah memberikan perhatian serta kasih sayang kepada anaknya. Apa maksud
dari semua ini ayah, aku mulai curiga kenapa ibu meninggalkan ayah. Itu pasti
karena ayah tidak pernah mau memberikan kasih sayang ayah kepada ibu dan hanya
memikirkan kepentingan ayah sendiri....iya kan..!!!” jawab Sheilla yang semakin
marah.
“Kamu bicara apa, kamu salah nak.
Ibumu meninggalkan kita bukan karena ayah, tapi karena dia yang tidak sayang
pada kita. Dia lebih memilih lelaki lain dari pada ayah, sejak ayah merantau
ternyata ibumu diam-diam selingkuh. Disitulah ayah sangat sedih dan patah hati,
selain itu aku menyembunyikannya darimu karena ayah takut kamu pasti akan
kecewa dan sangat bersedih” jawab ayahnya lagi kepada Sheilla dengan sedih.
“Jadi ini yang membuat ayah sering
melamun dan tidak bersemangat, jadi ini. Kenapa ayah tidak katakan padaku dari
dulu... Kenapa????” sahut Sheilla sambil menangis.
“Maafkan ayah nak, itu karena ayah
sayang padamu dan tidak ingin membuat kamu kecewa” jawab ayahnya sambil memeluk
anaknya.
Dari kejadian yang dialaminya, kini Sheilla
percaya, bahwa jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan memang sudah yang terbaik.
Kini dia juga menjadi lebih dewasa dan tahu bahwa kesetiaan itu penting, serta
jangan pernah menghianati satu sama lain. Walaupun kebahagiannya tidak pernah
lengkap dengan kehadiran ibunya, tapi dia tetap bangga karena masih memiliki
ayah dan kekasih yang masih menyayanginya selalu.
Thursday, 28 March 2013
Makalah AIDS
AIDS
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Dosen
Pengampu Drs. Soepoyo R.

Oleh
1. Maryta
Perdana Putri (12144600054)
2. Sukristianto (12144600055)
3. Siti
Siswanti (12144600056)
4. Wahyu
Ari Wibowo (12144600057)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI YOGYAKARTA
2012
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
AIDS
Acquired
Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat
AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem
kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain
yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).
Virusnya
sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang memperlemah
kekebalan pada tubuh manusia.
B.
Sejarah
AIDS
AIDS
pertama kali dilaporkan pada tanggal 5 Juni 1981, ketika Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mencatat
adanya Pneumonia pneumosistis (sekarang masih diklasifikasikan sebagai PCP
tetapi diketahui disebabkan oleh Pneumocystis
jirovecii) pada lima laki-laki homoseksual di Los Angeles.
Dua
spesies HIV yang diketahui menginfeksi manusia adalah HIV-1 dan HIV-2. HIV-1
lebih mematikan dan lebih mudah masuk kedalam tubuh. HIV-1 adalah sumber dari
mayoritas infeksi HIV di dunia, sementara HIV-2 sulit dimasukan dan kebanyakan
berada di Afrika Barat. Baik HIV-1 dan HIV-2 berasal dari primata. Asal HIV-1
berasal dari simpanse Pan troglodytes
yang ditemukan di Kamerun selatan. HIV-2 berasal dari Sooty Mangabey (Cercocebus atys), monyet dari Guinea
Bissau, Gabon, dan Kamerun.
Banyak
ahli berpendapat bahwa HIV masuk ke dalam tubuh manusia akibat kontak dengan
primata lainnya, contohnya selama berburu atau pemotongan daging. Teori yang
lebih kontroversial yang dikenal dengan nama hipotesis OPV AIDS, menyatakan
bahwa epidemik AIDS dimulai pada akhir tahun 1950-an di Kongo Belgia sebagai
akibat dari penelitian Hilary Koprowski terhadap vaksin polio. Namun demikian,
komunitas ilmiah umumnya berpendapat bahwa skenario tersebut tidak didukung
oleh bukti-bukti yang ada.
C.
Gejala
dan Komplikasi
1. Penyakit
paru-paru utama
Tuberkulosis
(TBC) merupakan infeksi unik di antara infeksi-infeksi lainnya yang terkait
HIV, karena dapat ditularkan kepada orang yang sehat (imunokompeten) melalui rute pernapasan (respirasi). Ia dapat dengan
mudah ditangani bila telah diidentifikasi, dapat muncul pada stadium awal HIV.
Pada
stadium lanjut infeksi HIV, ia sering muncul sebagai penyakit sistemik yang
menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner). Gejala-gejalanya
biasanya bersifat tidak spesifik (konstitusional) dan tidak terbatasi pada satu
tempat. TBC yang menyertai infeksi HIV sering menyerang sumsum tulang, tulang,
saluran kemih dan saluran pencernaan, hati, kelenjar getah bening (nodus limfa
regional), dan sistem syaraf pusat.
2. Penyakit
saluran pencernaan utama
Esofagitis
adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut
ke lambung. Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena
infeksi jamur (jamur kandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus
sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya
langka.
Diare
kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena
berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti
Salmonella, Shigella, Listeria, Kampilobakter, dan Escherichia coli), Pada
beberapa kasus, diare terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan yang
digunakan untuk menangani HIV, atau efek samping dari infeksi utama (primer)
dari HIV itu sendiri.
3. Penyakit
syaraf dan kejiwaan utama
Infeksi
HIV dapat menimbulkan beragam kelainan tingkah laku karena gangguan pada syaraf
(neuropsychiatric sequelae), yang
disebabkan oleh infeksi organisma atas sistem syaraf yang telah menjadi rentan,
atau sebagai akibat langsung dari penyakit itu sendiri.
Kompleks
demensia AIDS adalah penyakit penurunan kemampuan mental (demensia) yang
terjadi karena menurunnya metabolisme sel otak (ensefalopati metabolik) yang
disebabkan oleh infeksi HIV dan didorong pula oleh terjadinya pengaktifan imun
oleh makrofag dan mikroglia pada otak yang mengalami infeksi HIV, sehingga
mengeluarkan neurotoksin. Kerusakan syaraf yang spesifik, tampak dalam bentuk
ketidaknormalan kognitif, perilaku, dan motorik, yang muncul bertahun-tahun
setelah infeksi HIV terjadi.
4. Kanker
dan tumor ganas (malignan)
Pasien
dengan infeksi HIV pada dasarnya memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap
terjadinya beberapa kanker. Hal ini karena infeksi oleh virus DNA penyebab
mutasi genetik; yaitu terutama virus Epstein-Barr (EBV), virus herpes Sarkoma
Kaposi (KSHV), dan virus papiloma manusia (HPV).
Pasien
yang terinfeksi HIV juga dapat terkena tumor lainnya, seperti limfoma Hodgkin,
kanker usus besar bawah (rectum), dan kanker anus. Namun demikian, banyak
tumor-tumor yang umum seperti kanker payudara dan kanker usus besar (colon),
yang tidak meningkat kejadiannya pada pasien terinfeksi HIV.
5. Infeksi
oportunistik lainnya
Pasien
AIDS biasanya menderita infeksi oportunistik dengan gejala tidak spesifik,
terutama demam ringan dan kehilangan berat badan. Infeksi oportunistik ini
termasuk infeksi Mycobacterium avium-intracellulare dan virus sitomegalo. Virus
sitomegalo dapat menyebabkan gangguan radang pada usus besar (kolitis) seperti
yang dijelaskan di atas, dan gangguan radang pada retina mata (retinitis
sitomegalovirus), yang dapat menyebabkan kebutaan. Infeksi yang disebabkan oleh
jamur Penicillium marneffei, atau disebut Penisiliosis, kini adalah infeksi
oportunistik ketiga yang paling umum (setelah tuberkulosis dan kriptokokosis)
pada orang yang positif HIV di daerah endemik Asia Tenggara.
D.
Penyebab
AIDS
1. Penularan
seksual
Penularan
(transmisi) HIV secara seksual terjadi ketika ada kontak antara sekresi cairan
vagina atau cairan preseminal seseorang dengan rektum, alat kelamin, atau
membran mukosa mulut pasangannya. Hubungan seksual reseptif tanpa pelindung
lebih berisiko daripada hubungan seksual insertif tanpa pelindung, dan risiko
hubungan seks anal lebih besar daripada risiko hubungan seks biasa dan seks
oral. Seks oral tidak berarti tak berisiko karena HIV dapat masuk melalui seks
oral reseptif maupun insertif. Kekerasan seksual secara umum meningkatkan
risiko penularan HIV karena pelindung umumnya tidak digunakan dan sering
terjadi trauma fisik terhadap rongga vagina yang memudahkan transmisi HIV.
2. Kontaminasi
patogen melalui darah
Jalur
penularan ini terutama berhubungan dengan pengguna obat suntik, penderita
hemofilia, dan resipien transfusi darah dan produk darah. Berbagi dan
menggunakan kembali jarum suntik (syringe)
yang mengandung darah yang terkontaminasi oleh organisme biologis penyebab
penyakit (patogen), tidak hanya merupakan risiko utama atas infeksi HIV, tetapi
juga hepatitis B dan hepatitis C. Berbagi penggunaan jarum suntik merupakan
penyebab sepertiga dari semua infeksi baru HIV dan 50% infeksi hepatitis C di
Amerika Utara, Republik Rakyat Cina, dan Eropa Timur. Resiko terinfeksi dengan
HIV dari satu tusukan dengan jarum yang digunakan orang yang terinfeksi HIV
diduga sekitar 1 banding 150. Post-exposure prophylaxis dengan obat anti-HIV
dapat lebih jauh mengurangi risiko itu.
3. Penularan
masa perinatal
Transmisi
HIV dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa
perinatal, yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. Bila tidak ditangani, tingkat penularan
dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan adalah sebesar 25%. Namun
demikian, jika sang ibu memiliki akses terhadap terapi antiretrovirus dan
melahirkan dengan cara bedah caesar, tingkat penularannya hanya sebesar 1%. Sejumlah
faktor dapat memengaruhi risiko infeksi, terutama beban virus pada ibu saat
persalinan (semakin tinggi beban virus, semakin tinggi risikonya). Menyusui
meningkatkan risiko penularan sebesar 4%.
E.
Diagnosis
1. Sistem
tahapan infeksi WHO
Pada
tahun 1990, World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan
kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi
dengan HIV-1. Sistem ini diperbarui pada bulan September tahun 2005. Kebanyakan
kondisi ini adalah infeksi oportunistik yang dengan mudah ditangani pada orang
sehat.
a. Stadium
I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
b. Stadium
II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan
atas yang berulang
c. Stadium
III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari
sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis.
d. Stadium
IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau
paru-paru, dan sarkoma kaposi. Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.
2. Sistem
klasifikasi CDC
Tahun
1993, CDC memperluas definisi AIDS mereka dengan memasukkan semua orang yang
jumlah sel T CD4+ di bawah 200 per µL darah atau 14% dari seluruh limfositnya
sebagai pengidap positif HIV. Mayoritas kasus AIDS di negara maju menggunakan
kedua definisi tersebut, baik definisi CDC terakhir maupun pra-1993. Diagnosis
terhadap AIDS tetap dipertahankan, walaupun jumlah sel T CD4+ meningkat di atas
200 per µL darah setelah perawatan ataupun penyakit-penyakit tanda AIDS yang
ada telah sembuh.
3. Tes
HIV
Tes
HIV umum, termasuk imunoasai enzim HIV dan pengujian Western blot, dilakukan
untuk mendeteksi antibodi HIV pada serum, plasma, cairan mulut, darah kering,
atau urin pasien. Namun demikian, periode antara infeksi dan berkembangnya
antibodi pelawan infeksi yang dapat dideteksi (window period) bagi setiap orang
dapat bervariasi. Inilah sebabnya mengapa dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk
mengetahui serokonversi dan hasil positif tes. Terdapat pula tes-tes komersial
untuk mendeteksi antigen HIV lainnya, HIV-RNA, dan HIV-DNA, yang dapat
digunakan untuk mendeteksi infeksi HIV meskipun perkembangan antibodinya belum
dapat terdeteksi. Meskipun metode-metode tersebut tidak disetujui secara khusus
untuk diagnosis infeksi HIV, tetapi telah digunakan secara rutin di
negara-negara maju.
F.
Pencegahan
Beberapa
langkah yang dapat dlakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus HIV yaitu:
1. Tidak
melakukan hubungan seksual secara bebas.
2. Pemakaian
alat kontrasepsi dalam melakukan sexs.
3. Tidak
menggunakan cairan pelumas dan sejenisnya pada saat sexs.
4. Tidak
menggunakan jarum suntik bekas.
5. Tidak
menggunakan jarum suntik secara berkali-kali.
6. Memberikan
pendidikan tentang sexs.
7. Membekali
iman kepada seseorang
8. Tidak
makan atau minum bersama-sama (bekasnya) dengan penderita AIDS.
G.
Penanganan
Cara
yang dapat digunakan antara lain:
1. Terapi
antivirus
2. Rehabilitasi
3. Penanganan
eksperimental dan saran
4. Pengobatan
alternatif
5. Pemberian
vaksin sementara
H.
Epidemiologi
UNAIDS
dan WHO memperkirakan bahwa AIDS telah membunuh lebih dari 25 juta jiwa sejak
pertama kali diakui tahun 1981, membuat AIDS sebagai salah satu epidemik paling
menghancurkan pada sejarah. Meskipun baru saja, akses perawatan antiretrovirus
bertambah baik di banyak region di dunia, epidemik AIDS diklaim bahwa
diperkirakan 2,8 juta (antara 2,4 dan 3,3 juta) hidup pada tahun 2005 dan lebih
dari setengah juta (570.000) merupakan anak-anak. Secara global, antara 33,4
dan 46 juta orang kini hidup dengan HIV. Pada tahun 2005, antara 3,4 dan 6,2
juta orang terinfeksi dan antara 2,4 dan 3,3 juta orang dengan AIDS meninggal
dunia, peningkatan dari 2003 dan jumlah terbesar sejak tahun 1981.
Afrika
Sub-Sahara tetap merupakan wilayah terburuk yang terinfeksi, dengan perkiraan
21,6 sampai 27,4 juta jiwa kini hidup dengan HIV. Dua juta [1,5&-3,0 juta]
dari mereka adalah anak-anak yang usianya lebih rendah dari 15 tahun. Lebih
dari 64% dari semua orang yang hidup dengan HIV ada di Afrika Sub Sahara, lebih
dari tiga per empat (76%) dari semua wanita hidup dengan HIV. Pada tahun 2005,
terdapat 12.0 juta [10.6-13.6 juta] anak yatim/piatu AIDS hidup di Afrika Sub
Sahara. Asia Selatan dan Asia Tenggara adalah terburuk kedua yang terinfeksi
dengan besar 15%. 500.000 anak-anak mati di region ini karena AIDS. Dua-tiga
infeksi HIV/AIDS di Asia muncul di India, dengan perkiraan 5.7 juta infeksi
(perkiraan 3.4 - 9.4 juta) (0.9% dari populasi), melewati perkiraan di Afrika
Selatan yang sebesar 5.5 juta (4.9-6.1 juta) (11.9% dari populasi) infeksi,
membuat negara ini dengan jumlah terbesar infeksi HIV di dunia. Di 35 negara di
Afrika dengan perataan terbesar, harapan hidup normal sebesar 48.3 tahun - 6.5
tahun sedikit daripada akan menjadi tanpa penyakit.
Meratanya HIV diantara
orang dewasa per negara pada akhir tahun 2005.
██ 15–50%
██ 5–15%
██ 1–5%
|
██ 0.5–1.0%
██ 0.1–0.5%
|
██ <0.1%
██ tidak
ada data
|
I.
Dampak
1. Stigma
(Hukuman Sosial)
Stigma AIDS lebih jauh
dapat dibagi menjadi tiga kategori:
a.
Stigma instrumental
AIDS
yaitu refleksi
ketakutan dan keprihatinan atas hal-hal yang berhubungan dengan penyakit
mematikan dan menular.
b.
Stigma simbolis AIDS
yaitu penggunaan
HIV/AIDS untuk mengekspresikan sikap terhadap kelompok sosial atau gaya hidup
tertentu yang dianggap berhubungan dengan penyakit tersebut.
c.
Stigma kesopanan AIDS
yaitu hukuman sosial
atas orang yang berhubungan dengan isu HIV/AIDS atau orang yang positif HIV.
Dampak lainnya pada
stigma yaitu:
a.
Tindakan-tindakan
pengasingan
b.
Penolakan
c.
Diskriminasi
d.
Penghindaran atas orang
yang diduga terinfeksi HIV
e.
Diwajibkannya uji coba
HIV tanpa mendapat persetujuan terlebih dahulu atau perlindungan
kerahasiaannya.
f.
Penerapan karantina
terhadap orang-orang yang terinfeksi HIV.
2. Dampak
ekonomi
a.
Memperlambat
pertumbuhan ekonomi
b.
Menghancurkan jumlah
manusia dengan kemampuan produksi (human capital).
c.
Mengecilnya populasi
pekerja dan mereka yang berketerampilan
d.
Para pekerja yang lebih
sedikit ini akan didominasi anak muda, dengan pengetahuan dan pengalaman kerja
yang lebih sedikit.
e.
Mortalitas yang
meningkat
f.
Hilangnya pendapatan
dan meningkatkan pengeluaran kesehatan oleh suatu rumah tangga.
g.
Berkurangnya pendapatan
menyebabkan berkurangnya pengeluaran.
h.
Pengalihan dari
pengeluaran pendidikan menuju pengeluaran kesehatan dan penguburan.
J.
Lampiran
1.
Gambar
1.1
Gambar
1.1
2. Gambar
1.2
Perkiraan risiko
masuknya HIV per aksi, menurut rute paparan per 10.000 paparan dengan sumber
yang terinfeksi. 
3. Gambar
1.3
Subscribe to:
Posts (Atom)








